Kamis, 08 Maret 2018

Kampung Kota Turns Out to be Role Model for Future City



All this time, the Kampung Kota existence of the urban development in Indonesia is often viewed negatively as a source of environmental, health, and social problems. However, the research of Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya (FT-UB) student have turned out to reinforce the view that the Kampung Kota has a relatively high sustainability value.

“In the future may be Kampung Kota can be one of the role model of the future city in Indonesia,” said research team leader, Nadhia Maharany Siara, Monday, May 16, 2016.

Strengthening Developing Country’s Economy through ASEAN Connectivity


The power of the world’s economy is currently experiencing a significant shift; which was originally oriented to the West, then now turn to the East. Asia-Pacific as a representation of economic power in the eastern hemisphere will play its role as the most attractive region for the next two decades in terms of economic development. Southeast Asia with its ASEAN become an inseparable part of the future of the Asia Pacific region.
Economic growth in Asia will be supported by economic growth in China and India. Some countries in the region should also provide influence and significant progress, such as Japan, South Korea, Indonesia, and Vietnam.

Minggu, 20 Juli 2014

PERMUKIMAN KOTA - PWK FT UB 2013

POSTER EARTH DAY PROJECT 2014 -


Resume Teori Von Thunen

Johan Heinrich Von Thunen (1783-1850) adalah ahli ekonomi pertanian yang membuat teori tentang lokasi pertanian. Von Thunen mengembangkan teoriini berdasarkan hasil pengamatan di daerah tempat tinggalnya. Inti dari teori ini adalah pola keruangan pertanian yaitu jarak lokasi pertanian ke pasar dan sifat produk pertanian (keawetan, harga dan beban angkut).

RESUME Garden City

GARDEN CITY
            Konsep Garden City yang dikemukakan oleh Ebenezer Howard pada mulanya berlandaskan pada keinginan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitar tempat tinggalnya sehingga pada akhirnya Ebenzer Howard bertekad untuk melahirkan garden city.
Saat tahun 1876 Howard kembali ke Inggris dan memproduksi rekaman resmi parlemen, melalui rekaman debat tersebut maka Howard tersadar akan sulitnya parlemen mencari solusi untuk mengatasi masalah buruh dan perumahan. Howard kemudian mengamati semua partai dan tidak mempedulikan berseberangannya secara politis, sosial atau keyakinan, yang sbeenarnya bersatu dalam satu isu yakni arus migrasi yang terus berlanjut dari kawsan pedesaan ke kota-kota yang sudah penuh sesak.  Industrialisasi menyebabkan banyaknya penduduk yang bermigrasi ke dalam kota, dengan daya tarik upah yang lebih baik, kesempatan kerja yang lebih besar dan aktivitasi soial. Hal tersebut mengakibatkan kota penuh sesak dan perumahan, persediaan air dan drainase tidak memadai lagi. Harga sewa dan harga barang juga naik.
Dengan adanya tekanan ekonomi maka kampung menjadi sepi karena ditinggalkan oleh penduduk asli yang berbondon-bondong pindah ke dalam permukiman berkualitas rendah di kota. Kurangnya akomodasi kehidupan para petani juga mempengaruhi hal tersebut. urbaniasi ini menimbulkan banyak dampak baik bagi kota maupun bagi desa. Kemiskinan, kepadatan permukiman, polusi industri, minimnya drainase dan air bersih, kekumuhan, praktek penguburan yang buruk menjadi penyebab timbulnya penyakit.