Minggu, 20 Juli 2014

RESUME GARDEN CITY

GARDEN CITY
            Konsep Garden City yang dikemukakan oleh Ebenezer Howard pada mulanya berlandaskan pada keinginan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitar tempat tinggalnya sehingga pada akhirnya Ebenzer Howard bertekad untuk melahirkan garden city.
Saat tahun 1876 Howard kembali ke Inggris dan memproduksi rekaman resmi parlemen, melalui rekaman debat tersebut maka Howard tersadar akan sulitnya parlemen mencari solusi untuk mengatasi masalah buruh dan perumahan. Howard kemudian mengamati semua partai dan tidak mempedulikan berseberangannya secara politis, sosial atau keyakinan, yang sbeenarnya bersatu dalam satu isu yakni arus migrasi yang terus berlanjut dari kawsan pedesaan ke kota-kota yang sudah penuh sesak.  Industrialisasi menyebabkan banyaknya penduduk yang bermigrasi ke dalam kota, dengan daya tarik upah yang lebih baik, kesempatan kerja yang lebih besar dan aktivitasi soial. Hal tersebut mengakibatkan kota penuh sesak dan perumahan, persediaan air dan drainase tidak memadai lagi. Harga sewa dan harga barang juga naik.
Dengan adanya tekanan ekonomi maka kampung menjadi sepi karena ditinggalkan oleh penduduk asli yang berbondon-bondong pindah ke dalam permukiman berkualitas rendah di kota. Kurangnya akomodasi kehidupan para petani juga mempengaruhi hal tersebut. urbaniasi ini menimbulkan banyak dampak baik bagi kota maupun bagi desa. Kemiskinan, kepadatan permukiman, polusi industri, minimnya drainase dan air bersih, kekumuhan, praktek penguburan yang buruk menjadi penyebab timbulnya penyakit. 

PRINSIP GARDEN CITY
            Terminologi Garden City adalah dasar-dasar estetik Howard dalam melakukan reformasi sosial. Howard berfokus pada isu sosial dan menerapkan pemikiran praktisnya dengan memadukan beberapa elemen konsep dan proyek, menyaring teori dan filosofi sampai menjadi masterplan. Perpaduan antara reformasi sosial kota kumuh dan integrasi alami. Howard menjelaskan kosepnya dengan begitu detail, dengan diagram serta argumen ekonomi agar cocok dengan situs kota. Karya tersebut bertajuk Tomorrow: A Peaceful Path to Real Reform yang dirilis tahun 1898 dan dicetak kembali dengan judul  berbeda yakni Garden Cities of Tomorrow. Pada buku dijelaskan tentang visi kota yang bebas dari area kumuh dengan memadukan kelebihan kota dan desa. Kota menawarkan banyak kesempatan, hiburan dan upah yang tinggi sedangkan desa menawarkan pesona keindahan, udara uang sejuk dan harga sewa hunian yang rendah.
            Garden City merupakan salah satu bagian dari pembangunan yang lebih besar yangmengusulkan kota-kota tama di sekitar pusat kota. Gagasan ini menuntut pembentukan kota-kota sub-urban baru yang direncanakana dalam ukuran terbatas dan dikelilingi oleh sabuk hijau yang berupa tanah pertanian. Kota-kota ini akan tumbuh secara mandiri, dikelola dan dibiayai warga kota yang punya kepentingan ekonomi.
            Gagasan Howard akan reformasi sosial dengan konsep Garden City mempengaruhi perencanaan Kota Inggris pada awal abad 20 disaat pemerintah sedang membangun kota satelit untuk membantu desentralisasi London. Misalnya dalam meletakkan pusat lingkungan di kota satelit dan prinsip desain humanis yang banyak diterapkan di kawasan perumahan. Perbedaannya, tingkat kepadatan maksimum menjadi 18 rumah / 4540 meter persegi. Gerakan ini menghasilkan lebih dari 30 komunitas diawali Stevenage, Hertfordshire dan diakhiri (yang terbesar) Milton Keynes, Buckinghamshire. Elemen dalam konsep garden citu dapat dilihat dalam banyak pembangunan di seluruh Ingrris juga kota-kota dunia. Gagasan Howard cukup banyak mempengaruhi perencana lain.
            Kota-kota yang direncanakan dengan baik biasanya langsung dikenali orang. Aspek penting dari Garden City adalah denah yang fleksibel dan keprcayaan yang tinggi pada potensi tapak. Untuk mewujudkannya bukanlah hal yang mudah. Demikian juga saat melestarikannya, yang bisa mengakomodir kebutuhan zaman. Meningkatnya jumlah bangunan akhibat pertambahan penduduk serta hadirnya kendaraan bermotor terbukti menyebabkan penyimpangan desain di beberapa kota yang menerapkan garden city.
TANGGAPAN
Konsep garden city yang merupakan konsep pembangunan yang berwawasan lingkungan dan humanity/sosial. Dua aspek ini juga yang mendukung keberlanjutan suatu kota sehingga dapat menjadi kota yang ramah bagi warga dan lingkungan. Konsep ini sangat cocok untuk diterapkan di kota-kota di Indonesia. Selain itu kota dibangun tidak hanya berorientasi pada pengembangan idustri namun juga mengarah kepada penciptaan suasna kota hijau dengan tersedianya kawasan taman pda setiap permukiman. Dengan demikian masyarakat dapat menjangkau pelayanan kota sekaligus menikmati suasana desa yang asri dan hijau.


Tulisan ini disusun guna memenuhi Tugas Mata Kuliah Analisis Lokasi Pola Ruang - Semester 2 - PWK FT UB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar